NEWS - MAGNA NEWS, SENIN 20 FEBRUARI 2012
Senin 20 Februari 2012
Asia Kembali Cerah Seiring Optimisme Eropa & Pemulihan Ekonomi AS
Bursa saham Asia rebound seiring munculnya sinyal Eropa akan setujui pencairan dana bailout Yunani. Investor juga optimis akan keberlanjutan pemulihan ekonomi AS pasca berkurangnya klaim pengangguran dan meningkatnya aktivitas sektor manufaktur di wilayah Philadelphia. "Kekhawatiran investor mulai berkurang seiring bertambahnya bukti akan pemulihan AS dan redanya ketidak-pastian masalah utang Eropa.
Pada perdagangan di awal minggu ini bursa-bursa di Asia tampak mengalami awal yang cerah setelah bank sentral China kembali mengumumkan kebijakan untuk menurunkan GWM perbankan dalam rangka pelonggaran moneter di negaranya.
Nikkei 225 untuk kontrak bulan Maret tampak mengalami peningkatan signifikan dan dibuka pada posisi 9535 poin. Indeks berjangka ini mengalami peningkatan sebesar 70 poin dari posisi penutupan perdagangan akhir minggu lalu dan mengisyaratkan akan terus mengalami pergerakan yang menguat. Meskipun demikian pada posisi saat ini indeks tampak rawan mengalami koreksi temporer. Hari ini indeks diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 9400 – 9650 poin.
Kospi 200 untuk kontrak bulan Maret tampak mengalami peningkatan signifikan dan dibuka pada posisi 269.40 poin, posisi tertinggi sejak 4 Agustus. Indeks berjangka ini mengalami peningkatan sebesar 210 poin dari posisi penutupan perdagangan akhir minggu lalu. Untuk saat ini indeks berjangka Kospi tampak mengalami koresi dan melemah. Diprediksikan pada posisi saat ini indeks tampak rawan mengalami koreksi temporer. Hari ini indeks diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 267.00 – 269.80 poin.
hang seng untuk kontrak bulan Februari tampak mengalami peningkatan signifikan dan dibuka pada posisi 21732 poin, posisi tertinggi sejak 4 Agustus. Indeks berjangka ini mengalami peningkatan sebesar 285 poin dari posisi penutupan perdagangan akhir minggu lalu. Untuk saat ini indeks berjangka hang seng tersebut tampak mengalami koreksi tipis. Meskipun demikian pada posisi saat ini indeks tampak rawan mengalami koreksi temporer. Hari ini indeks diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 21600 – 21850 poin. (L21)
Emas Ditutup Turun, Terkait Risk Apetite
Pergerakan harga emas di akhir perdagangan minggu lalu tercatat mengalami koreksi. Setelah melonjak hingga menyentuh level 1735 dollar per barel, pergerakan harga emas mengalami pelemahan akibat cukup maraknya aksi profit taking.
Harga emas ditutup menurun setelah kehilangan daya tariknya atas menguatnya perkiraan tercapainya kesepakatan antar pemimpin Eropa untuk membantu Yunani pada minggu ini.
Para pialang juga mempertimbangkan data ekonomi AS yang menunjukkan kenaikan harga minyak bersamaan dengan kenaikan indek harga konsumsi AS meski kenaikan ini kurang dari yang diperkirakan sejak awal bulan lalu.
Para pialang menunggu hasil pembicaraan pemimpin Eropa yang akan diumumkan Senin ini. Pasar terlanjur sepi dan beberapa pialang melakukan aksi ambil untung untuk mengurangi lonjakan harga disaat bursa AS libur panjang.
Sepanjang 12-18 bulan ini, Emas menguat dengan perannya sebagai safe haven yang paling menonjol untuk mendorong kenaikan ini. Terkoreksinya harga emas berkaitan dengan risk appetite yang dilakukan investor. (L21)
Dollar Terus Tertekan Oleh Tingginya Harapan Kesepakatan Bantuan Yunani Selesai Minggu ini
Harapan yang tinggi dari pasar akan kesepakatan Eropa mengenai bantuan Yunani membuat Euro menguat, akibatnya Dolar AS terkoreksi pada perdagangan EUR/USD.
Euro diperdagangkan menguat terhadap Dollar dan Yen pada hari Jumat di tengah meningkatnya harapan akan disetujuinya paket bailout untuk Yunani pada hari Senin, kendati tersisanya resiko kembali tertundanya kesepakatan masih membatasi penguatan mata uang tunggal. Para trader juga berpendapat bahwa ketidakpastian masih akan menahan Euro dalam range terbatas sampai persetujuan pemberian bailout ditandatangani. Yunani nampaknya semakin dekat untuk mendapatkan dana penyelamatan senilai €130 milyar setelah petinggi Jerman menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan akan tercapai, meski di lain sisi masih merasa was-was dengan komitmen Athena.
Meski demikian, Dolar masih kuat paska pernyataan Gubernur Bank of Japan terhadap Yen Jepang. Yen melemah paska pernyataan Gubernur Bank Sentral Jepang, Mazaki Shirakawa yang menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan kebijakan moneter yang lebih lunak. Shirakawa menabahkan bahwa target inflasi akan sebesar 1% sehingga diperkirakan akan memicu kebijakan moneter yang lebih longgar bahkan dalam jangka panjang, para analis di Reuters memperkirakan Jepang masih akan memberlakukan kebijakan yang moneter yang lunak.
Poundsterling melanjutkan apresiasi terhadap Dollar AS untuk 3 hari berturut-turut pada hari Jumat, dan berhasil menyentuh level tertinggi 1-minggu pasca rilis data penjualan ritel bulan Januari secara tak terduga menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi Inggris, memaksa para investor untuk melepas posisi bearish yang mereka ambil sebelum rilis data sebagai upaya antisipasi.
Penjualan ritel Inggris melonjak 0,9% pada bulan lalu, yang mementahkan ekspektasi penurunan 0,4% dari para ekonom. Data tersebut setidaknya akan menambah harapan bahwa Inggris dapat terhindar dari resesi, menyusul serangkaian survey bisnis yang solid dan beberapa stabilisasi di pasar tenaga kerja. Selain itu, tanda-tanda terjadinya pemulihan tentu akan meredam peluang ekspansi QE lebih lanjut dari Bank of England. "Apa yang diperlihatkan oleh data penjualan ritel benar-benar mengejutkan, di tengah kondisi pasar yang skeptis. Tanda-tanda membaiknya perekonomian mungkin akan mendesak BoE untuk mengurungkan niatnya melanjutkan QE lebih jauh.
Sementara sejumlah analis memperkirakan Euro akan dapat melanjutkan apresiasinya terhadap Dollar dan juga Yen pada awal pekan, dengan catatan para pejabat zona Euro bersedia menandatangani persetujuan bailout tahap ke-2 untuk Yunani. Sehingga Dollar tampaknya akan terus mengalami tekanan. (L21)
DISCLAIMER :
Informasi yang terdapat dalam MDIB news ini berasal dari sumber-sumber yang dapat di percaya, dan berkaitan dengan produk dan jasa yang disediakan oleh PT Magna Dana Investama Berjangka, serta hanya bersifat informasi saja.
PT Magna Dana Investama Berjangka tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.
PT Magna Dana Investama Berjangka tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh nasabah atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari MDIB news ini.
back to news
HEAD QUARTERS
Gedung Jaya 2nd Fl.
Jl. M.H. Thamrin No. 12
Jakarta 10340,
Indonesia
Phone :+6221-316-1316
Fax :+6221-316-1316 ext108

